
TOEFL menjadi salah satu tes bahasa Inggris yang banyak dibutuhkan untuk berbagai keperluan, mulai dari pendaftaran kuliah, beasiswa, persyaratan akademik, hingga kebutuhan pekerjaan. Karena itu, persiapan TOEFL sebaiknya tidak dilakukan secara mendadak.
Salah satu kemampuan yang perlu mendapatkan perhatian lebih adalah Writing. Bagi sebagai peserta, writing terasa cukup sulit karena harus menuangkan ide dalam bahasa Inggris dengan struktur yang jelas grammar yang tepat, dan waktu yang terbatas.
Padahal, kemampuan writing bisa ditingkatkan dengan latihan yang rutin dan strategi yang tepat.
Nah, kalau kamu sedang mempersiapkan TOEFL, berikut beberapa tips yang bisa membantu meningkatkan kemampuan writing-mu
1. Pahami format dan jenisnya
Sebelum mulai latihan, hal pertaama yang perlu dilakukan adalah memahami seperti apa tugas writing yang akan kamu hadapi. Pada format TOEFL iBT yang sebelumnya digunakan, terdapat dua jenis writing task, yaitu Integrated Writing dan Independent Writing. Pada Integrated Writing, peserta harus menggabungkan informasi dari bacaan dan rekaman listening ke dalam sebuah tulisan. Artinya, kamu tidak hanya dituntut maupun menulis, tetapi juga harus mampu memahami informasi yang dibaca dan didengar. Sementara itu, Independent Writing meminta peserta untuk menyampaikan pendapat mengenai suatu topik berdasarkan pengetahuan dan pengalaman sendiri. Dengan memahami karakteristik setiap tugas, kamu akan lebih mudah menentukan strategi ketika mengerjakan soal.
2. Buat kerangka sebelum mulai menulis
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan ketika mngerjakan writing adalah langsung menulis tanpa membuat rencana. Padahal, membuat Outline atau kerangka tulisan hanya membutuhkan waktu sebentar dan bisa membuat tulisan menjadi jauh lebih terarah.
Sebelum menulis, tentukan terlebih dahulu: Apa ide utama yang ingin disampaikan?, Apa alasan yang mendukung ide tersebut?, Contoh apa yang bisa digunakan?, Bagaimana cara menyimpulkan pmbahasan?, secara sederhana kamu bisa menggunakan struktur Introduction ke Body lalu Conclusion dengan kerangka tersebut, kamu tidak akan mudah kehilangan arah ketika sedang menulis. Selain itu, outline juga membantu memastikan setiap paragraf mmiliki fungsi dan tetap berhubungan dengan topik yang diberikan.
3. Fokus pada Informasi yang penting
Dalam Integrated Writing kamu akan berhadapan dengan informasi dari reading dan listening. Karena jumlah informasi yang diberikan cukup banyak, kamu tidak perlu mencatat semuanya. Fokuslah pada ide utama dan informasi yang bnar-bnar berkaitan dengan pertanyaan. ketika membaca, cobalah mencari Topik utama, Argumen Penting, Alasan, Contoh, serta Hubungan Antaride begitu juga ketika listening. Perhatikan informasi yang menjelaskan, mendukung atau memberikan tanggapan terhadap poin dari bacaan. Hindari mencatat setiap kata yang kamu dengar. selain memakai waktu, cara tersebut justru bisa membantu kamu kehilangan informasi berikutnya.
4. Tingkatkan kemampuan mencatat
Kemampuan note-taking sangat pnting dalam TOEFL, khususnya ketika mengerjakan tugas yang menggabungkan reading dan listening. Salah satu cara sederhana adalah membuat catatan dalam dua bagian.
| Reading | Listening |
| Ide utama | Tanggapan |
| Argumen 1 | Penjelasan 1 |
| Argumen 2 | Penjelasan 2 |
| Argumen 3 | Penjelasan 3 |
Dengan format seperti ini, kamu akan lebih mudah membandingkan informasi dari kedua sumber. Tidak perlu menulis kalimat lengkap. Gunakan kata kunci, singkatan, simbol, atau frasa pendek yang mudah kamu pahami.
Misalnya, daripada menulis: “The lecturer disagrees with the writer because” kamu cukup mencatat Lecturer ke Disagree ke Reason 1.
Cara sederhana seperti ini bisa menghemat waktu dan membuat catatan lebih mudah digunakan saat menyusun jawaban.
5. Gunakan Grammar dan Vocabulary yang bervariasi
Writing bukan hanya tentang seberapa banyak kata yang bisa kamu tulis. Kualitas tulisan juga dipengaruhi oleh Grammar, Vocabulary, Struktur kalimat, dan bagaimana kamu menghubungi setiap ide.
Cobalah menghindari penggunaan pola kalimat yang sama secara terus-menerus. Misalnya jangan selalu menggunakan :
I think..
I think…
Kamu bisa menggunakan variasi seperti:
In my opinion..
From my perspective…
One important reason is…
This is because…
For example…
As a result…
Selain vocabulary, pelajari uga berbagai pola grammar dan conjunction agar tulisan terasa lebih natural. Namun, jangan memaksakan penggunaan kata atau grammar yang belum kamu pahami. Kalimat sederhana tetapi benar jauh lebih baik dari pada kalimat rumit yang penuh kesalahan.
Jangan takut salah saat berlatih
Salah satu hal yang mmbuat seseorang sulit berkembang dalam writing adalah takut membuat kesalahan. Padahal , kesalahan adalah bagian dari proses belajar. Jangan menunggu sampai grammar dan vocabulary kamu sempurna baru mulai menulis. Justru dengan sering menulis, kamu akan mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki. Ingat, Tujuan latihan bukan membuat tulisanmu langsung sempurna, tetapi membuat tulisanmu Lebih Baik dari Sebelumnya.
Menguasai TOEFL Writing membutuhkan waktu dan latihan yang konsisten. Tidak cukup hanya menghafalkan vocabulary atau mempelajari grammar.
Kamu juga perlu memahami jenis soal, membuat outline, mampu mencatat informasi penting, mengembangkan ide, serta membiasakan diri menulis dalam bahasa Inggris.
Jadi, mulai sekarang jangan hanya belajar teori. Ambil kertas, buka laptop, lalu mulai menulis.
Semakin sering berlatih, semakin terbiasa kamu menyampaikan ide dalam bahasa Inggris.
Siap mempersiapkan TOEFL dengan lebih terarah?
Kampung Inggris Ceria menyediakan berbagai program belajar bahasa Inggris dan latihan TOEFL yang bisa membantu kamu meningkatkan kemampuan reading, listening, speaking, dan writing.
Kamu juga bisa mencoba Tes TOEFL Gratis di Kampung Inggris Ceria untuk mengetahui kemampuanmu sebelum menentukan langkah belajar selanjutnya.
Yuk, mulai persiapan TOEFL dari sekarang!
Belum memiliki akun? Daftar sekarang.